WEB SEMINAR POLITEKNIK 'AISYIYAH PONTIANAK

2019-10-22 11:00:14
Administrator

Assalamu'alaykum Wr. Wb - Hari ini bersama Center for Open Science, Jaringan Sains Terbuka Indonesia dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (FKM UNAIR), Politeknik 'Aisyiyah Pontianak (Polita) menjadi tuan rumah Webinar Nasional untuk area Pontianak. Adapun kegiatan dilaksanakan di gedung utama, lantai 1 Polita. Kegiatan dipandu oleh Kepala Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat (LPPM Polita), Puji Astuti, M.Sc. 
Pelaksanaan kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB melalui online lewat aplikasi Zoom. Selain Polita, kegiatan juga dilaksanakan secara paralel di 39 lokasi institusi berbeda. 
Kegiatan dibuka dengan sambutan oleh Wakil Direktur 2 Polita, Ibu Eka Riana, S.ST., M.Keb. Setidaknya ada 63 peserta yang hadir mengikuti kegiatan dan berasal dari berbagai instansi seperti : STIK Muhammadiyah Pontianak, Politeknik Negeri Pontianak, IKIP PGRI, Poltekkes Kemenkes, Institut Agama Islam Negeri (IAIN), Universitas Panca Bhakti (UPB) dan Stikes Yarsi Pontianak. Untuk seluruh Indonesia, ada sekitar 1322 peserta yang turut mengikuti webinar. 
Adapun dalam kegiatan ini bertujuan untuk mendiskusikan beragam strategiyang dapat diimplementasikan untuk meningkatkan kualitas luaran riset peneliti diIndonesia.Beberapa isu yang dibahas diantaranya adalah menekan pentingnyapenguasaan keterampilan dasar meneliti, mengedukasi peneliti mengenai praktikbaik meneliti dan mengapa praktik baik meneliti penting bagi kualitas riset,  danmendorong terciptanya ekosistem riset yang fokus utamanya pada kredibilitas, transparansi dan kecermatan ilmiah.
Tiga pembicara yang dihadirkan merupakan praktisi riset sekaligus akademisi dari berbagai negara :Prof. Brian Nosek, Direktur Eksekutif Center for Open Science (COS),University of Virginia (US);Prof. Simine Vazire, University of California, Davis (US);Prof. Virginia Barbour, Australian Open Access Strategy (AOAS),Queensland University of Technology (QUT, Australia),Moderator : Sandersan Onie, PhD(Candidate) (University ofNew South Wales, Australia)
Poin penting yang saya dapatkan dari ketiga pembicara adalah : masih banyak riset-riset yang dikerjakan tidak menghasilkan luaran berupa sajian data yang valid. Selain itu, masih banyak rancangan desain penelitian yang monoton, tidak disesuaikan dengan tujuan utama riset. Adapun penyebab kurangnya kualitas riset adalah berasal dari sulitnya mendapatkan referensi dari jurnal yang berkualitas pula karena sebagian besar jurnal yang baik harus berbayar untuk mengaksesnya (bukan open Access). Sementara tidak semua peneliti atau mahasiswa mempunyai dana akses yang besar. Maka untuk mengatasi masalah kesulitan akses jurnal berbayar, Prof. Brian Nosek sekaligus direktur open science memberikan solusi untuk membantu para peneliti sekaligus akademisi dapat mengakses secara gratis jurnal berbayar melalui alamat website https://cos.io. Dengan adanya kemudahan akses jurnal tanpa batas, diharapkan bisa mendongkrak kualitas luaran riset terutama untuk riset-riset yang ada di Indonesia. 
Nah, buat teman-teman yang ingin berdiskusi banyak seputar riset dan sains bisa gabung juga di komunitas sains dalam Facebook yang berlamat di : https://s.id/GSI-fb
Demikian liputan hari ini. Semoga bermanfaat ya. Wassalam